Kategori

Ngenest Movie

Shooting untuk film Ngenest sebentar lagi akan dimulai. Sebelum itu, gue bersama cast yang lain udah test-cam dan ngambil beberapa scene untuk dibuatkan teaser-nya. Seperti yang gue bilang, gue akan ngasih tau update terbaru tentang proses pembuatan film ini. Jadi, langsung aja kita mulai.

Perkenalkan, gue Kevin Anggara sebagai Ernest Remaja. Gue punya seorang sahabat bernama Patrick (Brandon Salim). Karena udah muak di-bully dengan sebutan Cina sejak SD, Ernest pun mencari cara untuk bergabung bersama Fariz (Ardit Erwandha), dan gengnya; Ipeh (Amel Carla), Bakri (Bakriyadi), dan Bowo (Fico Fachriza). Ini dia foto bareng-barengnya (ada Giovander Louis juga):

Ngenest Movie

Ernest pun tetap dikerjain walaupun udah berusaha bergabung bersama Fariz dan gengnya. Patrick yang melihat itu pun selalu menegur Ernest. Yah, wajar, dua-duanya udah di-bully sejak SD. Bedanya, Ernest ingin berteman dengan orang-orang yang udah mem-bully-nya itu, Patrick nggak. Intinya, film ini adalah adaptasi dari ketiga buku best-seller yang udah Ernest tulis. Buat yang udah baca, pasti nggak begitu asing dengan tokoh-tokohnya. Paling ada yang berbeda dikit dan beberapa tambahan aja.

Di hari yang sama, lokasi shooting kedatangan Arie Kriting yang membantu kami semua untuk mengembangkan dialog dan akting. Ilmu yang gue dapatkan di sini benar-benar bermanfaat.

Ngenest Movie

Ternyata, bikin film itu susah dan capek banget. Hari itu, gue bangun pukul empat pagi untuk shooting dan baru sampe di rumah lagi pukul sepuluh malam. Padahal cuma dua scene. Shoot yang simpel aja take-nya lama banget. Nah, buat yang suka memandang sebelah mata film-film Indonesia, coba deh rasain dulu proses pembuatannya. Daripada ngomentarin, mending langsung buktiin dengan karya, kan?

Yah, memang sih nggak semua film (Indonesia maupun luar negeri) itu bagus. Tapi di balik itu semua, ada proses yang panjang dan melibatkan banyak orang. Lumayan susah loh untuk membangun tim yang solid.

Gue berharap, hasil dari film ini akan sesuai dengan usaha di baliknya. Dan semoga kalian bisa menikmati film ini nanti. Ajak temen-temen yang banyak ya buat nonton! --- Follow @ngenestmovie for more updates.



- Kevin, 18 thn, pusing tugas kuliahnya banyak.

Kuliah vs. Sekolah

Kuliah itu beda jauh sama yang namanya sekolah. Gue udah (kurang lebih) sebulan jadi mahasiswa. Dan gue merasakan banyak sekali perbedaannya. Dari teman-temannya, dosennya, mata pelajarannya (mata kuliah), sampe peraturan-peraturannya. Gue sih udah lumayan bisa adaptasi dengan lingkungan yang baru ini. Tapi, awalnya juga masih sering terbawa sama kebiasaan pas masih di sekolah. Contohnya pas mau ke toilet, harus izin dulu. Dosen dateng, bawaannya pengin berdiri dan beri salam. Semacam itulah.

Di kuliah, enaknya kita bisa ke toilet tanpa harus izin dulu. Di kampus gue sendiri (UMN), diberikan jatah 15 menit waktu telat. Lebih dari itu, dianggap absen. Jadi kalo ada mata kuliah pukul delapan pagi, gue bisa datang paling telat pukul delapan lewat lima belas menit. Musti dimanfaatkan.

Di kuliah, bajunya bebas. Jadi makenya enak dan nggak bikin cepet bosen. Nggak kaku kayak seragam sekolah yang kena keringet dikit langsung lepek. Temennya juga nggak itu-itu doang. Kalo menurut gue, circle pertemanan di kuliah itu jauh lebih luas ketimbang di sekolah. Di kuliah, gue bisa temenan sama siapa aja yang gue temui. Entah itu senior, sesama mahasiswa baru, atau bahkan dosen.

Di kuliah, banyak diadakan seminar-seminar yang cukup bagus dan bisa memotivasi. Lumayan buat mengisi waktu kalo lagi nunggu mata kuliah berikutnya. Karena kampus gue di UMN (kepunyaan Kompas Gramedia), kadang ada acara Stand Up Super Seru yang bisa bikin kampus jadi nggak jenuh.

Di kuliah, Unit Kegiatan Mahasiswa-nya (ekskul) juga banyak banget. Dan yang menurut gue keren, kegiatan kemahasiswaan di luar kelas ini diadakan oleh mahasiswanya sendiri (biasa sih senior). Udah lumayan banget lah buat mencoba aktif di kampus dengan cara mengembangkan minat dan bakat lewat UKM.

Kalo ada yang bilang sekolah lebih asik ketimbang kuliah, gue nggak setuju. Yang bikin kangen dengan sekolah itu menurut gue cuma satu: teman-temannya. Coba aja teman-teman sekolah kita satu kampus, satu program studi, dan satu kelas. Asiknya jadi double.

Kuliah itu ada ada dua, swasta dan negeri. UMN sendiri termasuk perguruan tinggi swasta. Gue masuk ke UMN dengan jalur prestasi. Jadi nggak mahal-mahal banget lah uang pangkalnya. Tapi kalo dibandingin sama negeri, masih termasuk mahal. Yah, masing-masing perguruan tinggi punya kelebihan dan kekurangannya lah. Gue masuk ke UMN karena ada jurusan yang gue minati. Dan karena pengin tinggal sendiri juga sih. =))

Nah, buat pembaca blog gue yang masih sekolah dan berniat melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi negeri, tentunya harus melewati yang namanya SBMPTN, kan? Kemarin, gue nemu video yang menarik ini:


Quipper video ini adalah sumber belajar untuk persiapan agar bisa lolos SBMPTN. Ada tiga hal menarik yang ditawarkan. Pertama, Quipper video mempunyai tutor-tutor video terbaik. Kedua, konten SBMPTN yang komprehensif (anjay!) dan efisien. Ketiga, konten tersedia secara online. Jadi gampang dan mudah digunakan kapan saja. Apalagi di zaman sekarang yang semuanya udah serba canggih.

Quipper video ini jadi kayak tempat les online. Nggak perlu lagi dah panas-panasan pergi ke tempat les beneran. Tinggal nyantai di kamar sambil buka materi videonya lewat hape. Masih ragu? Coba deh bandingin sendiri dengan biaya bimbel atau les yang lainnya:

Keuntungan Quipper

Nah, buat yang mau gabung dan ikutan, bisa langsung klik di sini. Semoga bisa membantu teman-teman pembaca yang mau masuk ke perguruan tinggi negeri.

...

Untuk merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2015 kemarin, gue dan beberapa teman sekelas janjian untuk memakai batik ke kampus:

Iya, gue yang paling kiri itu.

Pas mata kuliah petama juga gue telat dateng hampir lima puluh menit. Tapi, gue boleh tetap masuk karena harus presentasi dan udah diabsenin sama teman yang kebetulan ketua kelas. Itulah enaknya kuliah. =))

Layar Lebar

Semenjak aktif di dunia video (Instagram dan YouTube), gue semakin dikenal oleh orang-orang di media sosial. Gue dikenal sebagai si pelajar kocak (yah, paling nggak bisa menghibur diri sendiri) yang sering bikin video. Mungkin, hal itu yang membuat seorang Ernest Prakasa mengontak gue langsung untuk proyek film yang diadaptasi dari bukunya—NGENEST: Ngetawain Hidup A la Ernest.

Malam itu, ada sebuah pesan masuk ke WhatsApp gue, dari Ernest. Isinya kurang lebih: gue ditawarin untuk memerankan Ernest remaja di proyek filmnya itu. Sebuah kesempatan emas bagi gue untuk melebarkan sayap ke media yang lebih luas. Bukan Instagram dan YouTube lagi, tapi film. Yang dulunya gue nonton bioskop, sekarang orang-orang yang nontonin gue di bioskop (walaupun bukan film sendiri :P).

Kapan lagi, kan?

Gue langsung antusias dan mengiyakan tawarannya. Nggak semudah itu, profil gue musti diajukan dulu ke produsernya. Gue harus menunggu kabar lagi. Nggak butuh waktu lama, gue dikabarin kalo produsernya juga tertarik sama gue. Nggak, kami nggak saling suka. Maksud gue, tertarik dengan profil gue itu. Dengan resmi, gue pun mempunyai tugas untuk memerankan Ernest remaja di film NGENEST.

Banyak kesulitan yang akan gue alami nanti. Salah satunya, jadwal shooting yang bertepatan dengan jadwal UTS gue di kampus. Harus pinter-pinter nyolong waktu. Belum lagi, selama shooting nanti gue nggak akan memakai kacamata (karena Ernest remaja nggak memakai kacamata). Antara gue nekat tetap shooting tanpa bisa melihat dengan jelas, atau berusaha mati-matian untuk belajar pake softlens.

Yah, itu pikirinnya belakangan aja. Yang penting, kalian harus nonton. #LOH

Btw, ini dia teaser poster film NGENEST:

NGENEST TEASER    NGENEST TEASER

Yang kiri alternatif pertama, yang kanan alternatif kedua. Yang di tengah...... orang nggak ada yeeee.

So, guys... inilah kesibukan baru gue. Tugas kuliah yang menumpuk. Harus update channel YouTube. Shooting. Dan lain-lain. Dan lain-lain. Dan lain-lain. Ke depannya, gue mungkin akan selalu ngasih update terbaru tentang proses pembuatan film ini. Euhm, jadi, guys....

Udah siap ngeliat gue di layar lebar? =))

Warna Baru

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa gue belum upload video lagi di YouTube. Selain karena sibuk ospek kemarin, gue juga sedang mempersiapkan sesuatu yang baru di channel gue. Rebranding. Kenapa? Gue udah bukan anak sekolahan dan nggak make seragam lagi. Dulu, mungkin gue dikenalnya sebagai anak sekolahan kayak gitu. Tapi, sekarang gue udah kuliah.

Gue juga yakin, penonton video gue pasti bertumbuh bersama-sama. Mungkin sekarang kalian masih SD, SMP, SMA, kuliah, dsb. Tapi 10 tahun ke depan, kalian juga udah bukan anak sekolahan lagi, kan? Itulah kenapa gue mau branding diri gue dari awal. Gue bukan anak sekolahan lagi. Gue ngajak kalian buat ngeliat pertumbuhan gue juga. Biar nanti kalian nggak kaget dan nanya, "Kok Kevin nggak bikin video sama temen-temen sekolahnya lagi?" Begitu masuk kuliah, gue juga dapet temen-temen baru di kampus.

Tapi sebanyak apapun temen yang kalian punya, kalo udah nggak sejalan dan satu tujuan, pasti perlahan bakal menghilang juga. Begitulah hidup. Ada yang datang, ada juga yang pergi.

Kalo kalian ngecek channel YouTube gue beberapa hari terakhir ini, ada banyak hal yang berubah. Logo, channel art, sampe thumbnail video, semuanya baru dan jadi terlihat lebih segar. Ini gambar logonya:
Logo Kevin Anggara
Ini channel art-nya: 

Channel Art Kevin Anggara

Dan ini thumbnail videonya:

Thumbnail video Kevin Anggara

Designed by: @fluxdesign // Website: http://flux-design.us

...

Semoga dengan branding baru ini, gue jadi lebih sering upload video ke YouTube. Nah, buat yang selalu nanyain kapan aja gue upload video, jawabannya: sesuka gue. Iya, sengaja nggak gue jadwalin. Sejak awal bikin YouTube, gue nggak pernah bikin jadwal upload video. Bener-bener sesuka gue. Lagi mau bikin video, ya upload. Kalo lagi nggak pengin, ya paling gue buka YouTube buat nonton doang. 

I'm not a full time YouTuber. Kalo gue jarang upload, mungkin karena tugas kuliah yang sedang banyak, atau gue ada kepentingan lain yang harus dikerjain. Ada yang mau jokiin gue kuliah?

Gimana pendapat kalian terhadap warna baru di channel gue? Kasih komentar di bawah!

Ospek

Seperti mahasiswa baru kebanyakan, gue harus melewati sebuah tahap wajib yang bernama ospek. Orientasi studi dan pengenalan kampus. Di Universitas Multimedia Nusantara sendiri, OMB-nya (Orientasi Mahasiswa Baru) berlangsung selama dua hari. Dua hari, bentar doang dong? Nggak, men. Capeknya kayak habis nyapu satu kampus pake tissue. Tema OMB tahun 2015 ini adalah Light Up Your Passion! 

Sebagai mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara angkatan ke sembilan ini mampu untuk menggali berbagai potensi dalam diri mereka sendiri, terutama dalam bidang minat dan bakat sehingga mereka bisa berkarya untuk mengharumkan almamater dan berkontribusi kepada tanah air. - Filosofi tema dan logo OMB tahun 2015.

OMB hari pertama, gue harus ngumpul di drop point pukul lima pagi. Gila. Gila karena gue nggak tidur begadang ngerjain tugas sama Martha. Tugasnya sebenarnya nggak susah, cuman ribet. Biasanya pas OMB / MOS kan ada bukunya gitu (yang nanti diisiin tanda tangan kakak kelas, dll). Nah, ini disuruh bikin sendiri:

UMN 2015

Sebenernya Martha udah selesai, tapi dia mau bantuin gue ngerjain tugas buku ini dan begadang demi gue. Dimasakin indomie dan dibikinin kopi lagi. Jadi makin cinta kan gue? HEHEHE.

Di hari pertama ini, acaranya adalah upacara dan kampus tour. Selama kampus tour berlangsung, gue ngantuk parah. Bener-bener ketiduran setiap ada presentasi tentang apa aja yang ada di kampus. Ospek pukul lima pagi, selesai pukul lima sore. Dua belas jam gue kayak zombie yang lagi mencoba bertahan hidup.

Oh iya, di OMB ini, kami semua dibagi ke dalam beberapa kelompok (totalnya ada 100 kelompok) yang berisikan 17-18 orang. Anggota kelompok berasal dari semua prodi (program studi), jadi nggak cuman yang Akuntansi gabung sama Akuntansi, DKV gabung sama DKV. Nggak, semuanya gabung jadi satu. Setiap satu kelompok juga dipimpin oleh seorang PIC (person in charge), orang yang memimpin dan bertanggung jawab atas kelompok. Gue dari kelompok 50, dapet kakak PIC yang super baik: @vincentiuswill.

Kakak PIC-nya ternyata kenal sama gue. Awalnya sih awkward. Doi jurusan animasi UMN angkatan 2013 kalo nggak salah. Gambar-gambarnya keren banget loh. (Tuh, koh, gue promosiin HEHEHE).

UMN 2015
Kelompok 50: BUTTONBALL!

Hari kedua, OMB lebih banyak acara-acara serunya. Ada banyak games yang harus dilewati. Dan setiap kelompok berusaha mengumpulkan stiker biru dari setiap games yang ada. Stiker biru nambah satu poin gitu, stiker merah ngurangin dua stiker biru. Nah, kelompok dengan stiker biru terbanyak nanti akan dinobatkan jadi best group di akhir OMB. Sayangnya, kelompok kami cuma berhasil mengumpulkan dua stiker biru. Tapi, yang penting kebersamaannya lah, ya.

UMN 2015

Intinya OMB yang berlangsung selama dua hari ini seru banget. Menanamkan sikap solidaritas, tanggung jawab, dan juga kerja sama. Gue juga dapet banyak teman-teman baru. Lengkapnya, buat yang mau tau banget tentang OMB UMN 2015, bisa langsung cek ke website-nya: omb.umn.ac.id

Nah, selain foto, OMB ini juga didokumentasikan dalam bentuk video. Tonton keseruannya:


Salam UMN!

...

Maaf, guys, baru nongol dan nulis lagi di sini. Yah, hidup mahasiswa baru yang udah resmi jadi anak kuliahan. Yang penting, nggak pake seragam lagi kayak di sekolah. HAHAHAHA.

Pindah

Sebentar lagi liburan gue telah selesai. Gue harus masuk ke jenjang baru: kuliah. Itu artinya, gue juga harus segera pindah. Pindah ke tempat yang lebih dekat dengan universitas tempat gue kuliah. Gue pindah ke apartemen tepat di sebelah UMN. Kalo bangun kesiangan pun, gue nggak perlu buru-buru karena jaraknya yang sangat dekat. Kemarin, gue baru selesai ngurusin kepindahan.

Gue bawa semua barang-barang yang gue butuhin dari rumah. Kamera, dispenser, rubik, buku-buku, peralatan mandi, semuanya, deh. Gue nggak perlu nyiapin terlalu banyak barang karena di kamar udah ada AC, ranjang, dan lemari. Kamarnya nggak terlalu sempit dan nggak terlalu gede juga. Cukup dan pas banget buat gue sendiri. Walaupun tinggal sendiri, seminggu sekali gue harus pulang ke rumah.

Hitung-hitung hemat listrik, air, dan uang buat makan. Yoi. Mentalnya masih anak rumahan. Kalo ada yang gratis, kenapa harus bayar, kan?

Kamar baru

Kalo nggak tinggal sendiri, gue kayaknya bakalan mati duluan sebelum wisuda. Pulang pergi dari rumah gue ke UMN itu makan waktu dan tenaga, juga menyiksa batin. Apalagi dengan macetnya kota Jakarta yang bikin gue semakin prihatin. Itulah salah satu alasan kenapa gue memilih untuk tinggal sendiri.

Kamar gue masih terlalu kosong karena belum ada meja sama sekali. Jadi, sementara gue naro barang di lantai sambil nyari-nyari meja yang cocok buat kamar ini.

Kamar baru

Ke depannya, gue akan belajar ngurusin semuanya sendiri. Hitung-hitung melatih diri sendiri untuk menjadi lebih mandiri. Nyuci piring sendiri, bersihin kamar mandi, beli air galon kalo habis, nyuci baju, dan juga bayar uang listrik/air + internet. Kalo nggak ada internet, apalagi di zaman sekarang ini, matilah gue.

Dan yang paling penting, gue nggak harus bangun pagi-pagi lagi untuk kemudian pake seragam dan pergi belajar. Kuliah lebih membebaskan hal ini. Gue jadi bisa pake baju selain seragam dan ngatur jadwal kuliah sendiri nantinya. Bisa dipastikan, gue akan kembali menjadi anak rumahan. Yeah! #HidupAnakRumahan

...

P.S. Andai liburan bisa diisi ulang.

Kotak Surat: Realistis

Setelah sekian lama belum bikin postingan kotak surat, email gue penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang bikin sakit kepala. Pertanyaan-pertanyaan yang udah sering dijawab, masih aja ditanya. Makanya, sebelum mempersiapkan postingan kotak surat kali ini, gue nyeleksi dulu pertanyaan-pertanyaan yang masuk. Waktu nyeleksinya bahkan lebih lama ketimbang waktu gue ngetik jawabannya. Saking banyaknya.

Yup, ada lebih dari tiga ratus email "Kotak Surat" yang masuk dari bulan Maret kemarin. Bayangin deh gimana sakit kepalanya gue bacain satu-satu dan nyeleksi pertanyaan buat dijawab. Mari kita mulai!

Kotak Surat
Dari sabrinahaslim98

Hai ko, apa kabar ?? Kok lu udah lama gabales kotak surat lg ?? Sibuk ya ?? Hehe, gua mau minta pendapat(?) lu nih ko, gua kan mau naik kls 2 smk, nah dr sekarang gua udh mulai mikirin gua kedepanny gimana, gua pengenny bisa kuliah di PTN yg lumayan bgus, tp orang2 sekitar gua pada bilang gua gabakalan bisa, secara smk gua jg yg gk terlalu bgs, gua akuin otak gua jg pas2an, terus slah satu anggota keluarga gua bilang, katany gabakaln ada ptn yg mau nerima gua, menurut elu ko, masih adakah(?) kesempatan utk gua ngebuktiin kemereka kl gua it mampu, atau mungkin jg menurut lu orang yg kayak gua ini memang gabisa msuk PTN, udh segitu aja, jawab ya ko plisss xD

Tepat sekali, gue lagi sibuk, dan ini baru sempet lagi.

Yang nentuin hidup elu ya diri elu sendiri. Nggak usah peduli apa kata orang. Kesempatan masih terbuka lebar, lakukan semampu elu aja. Hasilnya mah belakangan, yang penting usaha dulu.

***

Dari Agnes Felim

Ini email wa yang kedua buat le ..
Gatau deh yang pertama udah dibaca atau masih ketimbun sampai dasar-dasar inbox emailmu.. Hahahaha

Kayanya udah lama le ga post balasan kotak surat lagi ya di blog, pasti sibuk, ttd buku la, wawancara, talk show, bikin video dan lain-lain.

Kev, wa mau nanya sama le, le sering banget kan bilang kalau le ga suka diatur-atur bahkan sama orang tua sekalipun, but if their choice is gonna make them proud of you and make them happy, what will you do ? Still gonna stay with your choice atau ikutin maunya ortu ? 

I've a little problem, kita seumuran and i see that you're so bright, di umur yang bahkan belum kepala 2 le tuh udah bisa dibilang sukses. I've a dream, dari awal wa pengen kuliah dkv di umn, tapi ortu nyaranin ikutan PPA BCA yang semacam program beasiswa gitu.. Wa dapet tuh beasiswa but end up with some messy feeling, satu sisi pengen ngejar cita-cita, satu sisi lagi wa ga optimis bakal sukses dengan cita-cita wa dan takut ngecewain ortu, wa belum berani ambil resiko karena wa juga belum punya penghasilan sendiri kaya le.. What do you think ? 

Hahahaha ceritanya curhat, a little bit privacy but I think you will have some good point of view..

Oke, w bingung kenapa le ngetiknya kayak gitu.

Gue udah pernah jawab langsung di email, ya: "Orang tua juga nggak setuju gue kuliah di UMN, karena jauh dari rumah dan gue harus ngekost. Tapi ya, gue emang nggak bisa diatur. Akhirnya jadi juga dan biayain semuanya sendiri. Kalo masih belum bisa biayain sendiri, mending ikutin orang tua dulu deh. Sample lulus beasiswa, gelarnya kasih mereka. Itu kan yang mereka minta. Habis itu, langsung kejar passion." Gue coba kasih pencerahan lagi:

Dulu, di sekolah gue juga ditawarin ikutan PPA BCA, tapi gue nggak mau dan tetap dengan pilihan sendiri, melanjutkan kuliah di jurusan DKV. Gue adalah orang yang nggak akan bisa menjalani suatu hal kalo gue emang nggak suka. Hidup cuma sekali. Life is all about choices. Your life, your choice.

***

Dari Ima Gita

Hi, kak Kevin!

Malem malem, cekikikan gajelas gara-gara baca ceritanya kakak pas trip ke Bali. Ketawa ikhlas nonton kumpulan video kakak di youtube. Senyum – senyum gaje baca answer kakak di ask.fm. Padahal besok aku ulangan Ekonomi....

Anyway, nama aku Ima kak :D kelas 10 SMA. Dan sekolahku deket sama Krisna loh, kak! Itu toko oleh – oleh yang ada Pia Susu sama kaos murah – murahnya! Kak Kevin suka yang murah – murah kan?! #eh

Aku juga punya blog, tapi itu masih terbilang jauh bgt dibanding sama punya kakak. Aku cuma memanfaatkan blog sebagai media “sekadar” aja kak.... udah lama banget aku engga update postingan, tapi sekarang lagi berusaha buat rajin lagi gara – gara liat blog kakak, hehehe.

Aku gatau ini sudah dijawab apa engga, tapi aku pengen tahu :

Gimana caranya kakak percaya sama diri kakak sendiri? 

Aku punya masalah soal kepercayaan diri. Aku punya ketakutan tersendiri buat bermimpi tinggi dan selalu menanamkan “Jangan mimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit banget” gitu. Ditambah dengan prestasiku yang biasa – biasa aja, tubuh gendut, terbilang ga trendy dll...

Bukan bermaksud sok tahu, tapi dari apa yang kakak tulis di ask.fm, blog dsb kakak selalu confident tentang diri kakak. Aku salut sama sikap kakak yang nanggepin orang – orang itu like a boss dan ga ngehirauin mereka yang komentar tentang kakak. Kakak selalu menekankan kalau hidup ini harus realistis dan jadi diri sendiri aja. 

Terus sukses dan berkarya kak! Hidup Kak Kevin! (kalok ‘Mati Kak Kevin!’ nanti aku baca blog siapa TT)

Makasih, bahkan kalau dibaca aja, kak! 

Gimana caranya gue percaya sama diri sendiri? Percaya diri. Kalo kita aja nggak percaya sama diri sendiri, gimana orang lain bisa percaya dan yakin sama diri kita? Kepercayaan diri itu sangat penting (bukan dengan telanjang di bunderan HI karena saking percaya dirinya, itu mah gila). Caranya ya, harus percaya sama diri sendiri. Percaya kalo elu bisa melakukan hal ini, itu, dan yang lainnya. Selain percaya diri, gue juga realistis.

Realistis kalo gue pasti bisa melakukan hal ini, itu, dan yang lainnya. Percaya dirinya disesuaikan dengan kemampuan yang kita punya. Kalo nggak yakin bisa, entah karena halangan apapun, yaudah tinggalin aja dulu sampe bisa yakin lagi. Daripada kayak kata elu tadi, "Jangan mimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit banget." Tapi, jangan sampe ini bikin elu nggak mau mencoba hal-hal yang baru.

Mencoba hal yang baru itu penting. Kalo nggak mencoba, kita nggak akan tau batas kemampuan kita sampe mana. Cuman, balik lagi ke realistis tadi. Kalo nggak yakin bisa, mending tinggalin dulu. Misalkan elu mau lompat dari atap rumah, sebelum jatuh ke tanah elu mau ngepak-ngepakin tangan kayak burung karena elu percaya elu bisa terbang. Jangan yang kayak gitu. Yang ada elu bakalan jatuh ke tanah dan dibawa ke UGD.

***

Dari Yuniar Dwi R

Hello ka , ka mau tanya ko sampul buku yang ke 2 mukanya ga mirip muka kaka sama sekali ya?

Kalo mirip banget sama muka gue, itu namanya foto, bukan ilustrasi.

***

Dari Valerie Gayatri

Halo kak :D ini pertama kalinya aku ngirim email ke Kak Kevin. Aku mau nanya ya.

1. Kak Kevin kan pernah pergi ke sekolah - sekolah gitu kan, itu pihak sekolahnya yang ngundang apa Kak Kevin yang minta izin kesana?
2. Aku liat beberapa blogger mulai jualan di blognya, dari baju, gelang, dll. Kak Kevin tertarik ga jualan kayak gitu di blog? Kayak buku yang kedua ini, dll.
3. Gimana, lulus nggak kak? Nem nya berapa? :D

Thanks, maaf kebanyakan nanya. Please dijawab

1. Diundang pihak sekolah.
2. Belum. Btw, gue nggak jualan buku sendiri. Kalo mau beli, nggak bisa langsung ke gue.
3. Lulus. NEM-nya, ada, deh~

***

Dari Adhwa Humaira

Hi Vin. How's your day? Barusan liat header blog kamu yang baru dan itu bener-bener rame hehe

I just wanna ask about something. Pernah nggak sih kamu waktu awal-awal nulis ngerasa apa yang kamu tulis di blog itu nggak pantes buat ditunjukin sama orang lain? Padahal kan apa yang kita tulis itu tujuannya supaya ada orang lain yang baca dan bisa memberi apresiasi sama tulisan yang kita bikin. Terus gimana caranya kamu ngatasin itu semua kalau emang kamu pernah ngerasain kayak gitu?

Thanks Vin

Nggak pernah. Karena dari awal nulis, gue udah tau gue sedang mempersiapkan hal yang pantas untuk dibaca oleh orang-orang. Coba deh tanya sama koki, awal-awal masak dia ngerasa nggak apa yang dimasak itu nggak pantes buat dimakan? Kalo emang ngerasa nggak pantes, dari awal juga dia nggak akan jadi chef karena mindset itu selalu menghantui pikiran.

Gue rasa, kata yang tepat untuk pertanyaan elu itu bukan "nggak pantes", tapi "nggak bagus". Sebagai penulis, gue ngerasa tulisan gue pantes buat dibaca. Kalo nggak, gue nggak akan nulis. Sebagai koki, mereka ngerasa masakan mereka pantes buat dimakan. Kalo nggak, mereka nggak akan masak. Mungkin yang jadi masalah adalah, bagus atau nggak tulisannya? Enak atau nggak masakannya? 

Yang paling penting, elu tau bahwa elu sedang melakukan apa. Elu nulis, berarti tulisan elu pantes dibaca. Elu masak, berarti masakan elu pantes dimakan. Bagus atau nggak tulisannya, enak atau nggak masakannya, itu urusan belakang. Percaya dan yakin dulu sama diri sendiri, apresiasi akan datang tanpa diminta. Yoi~

***

Dari Yulinar Khairunnisa

hai ko, ka, bang, mas, bingung mau mulainya gimana. ko kan lo nerima yang mau konsutasi kan. gini nih ko, gue jomblo nih ceritanya terus ada yang suka sama gua berlebihan gitu, mungkin dia anggep gua lebih tapi ya ko gua anggep dia temen biasa gitu , dia marah gitu ko ampe bingung gw dia marah kenapa. sampe akhirnya dia kaya orang ga kenal gitu ama gw . gua udah coba minta maaf kan sama dia tapi diannya jawab singkat mulu gitu. dan sampai sekarang gw kepikiran mulu ko. terus gw harus gimana dong ?? jawab ea ko.

Aduh, sabar ya, gue kebelet kencing.

***

Mau ikutan nanya-nanya di segmen Kotak Surat? Baca ini.